Friday, 30 June 2017

1 juli 2017

category: sayembara desain arsitektur  - kategori lainnya

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sayembara Desain Microhouse Archevent UNS

Latar Belakang

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah pertumbuhan penduduk yang sangat pesat terutama pada daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan terjadi bukan hanya disebabkan oleh pertumbuhan penduduk kota secara alamiah tetapi juga akibat arus perpindahan penduduk dari desa ke kota atau disebut urbanisasi.

image courtesy by facebook Kmta Wiswakharman Ugm
Keinginan untuk mendapatkan kehidupan dan penghasilan yang lebih baik merupakan penyebab utama terjadinya urbanisasi. Perkembangan industri dan perdagangan yang begitu pesat serta berbagai fasilitas yang tersedia di kota juga menjadi faktor yang menarik bagi masyarakat pedesaan untuk datang ke kota.

 



Mencari informasi arsitektur, di sini saja!!! Gunakan kolom search di kanan atas untuk menemukan informasi yang anda butuhkan, ketikkan kata kunci anda dan klik search. atau gunakan pencarian dengan kategori di kiri kanan website ini, dan atau skrol untuk melanjutkan membaca artikel. Selamat berselancar =)

Namun sayangnya, proses urbanisasi tidak diimbangi oleh ketersediaan lahan hunian yang sesuai dan layak. Hal tersebut mengakibatkan sulitnya memiliki rumah tinggal di tengah kota. Dengan lahan yang sangat terbatas di tengah kota, mereka berusaha untuk dapat bertahan hidup dengan menciptakan hunian yang layak untuk memenuhi segala aktivitasnya.

Timeline

Pembukaan Sayembara : 11 Juni 2017
Pendaftaran Early Bird : 13 Juni - 1 Juli 2017
Batas Pendaftaran Reguler : 2 Juli - 29 September 2017
Batas pengumpulan karya : 1 Oktober 2017
Penjurian tahap satu : 6 Oktober 2017
Pengumuman lima besar : 8 Oktober 2017
Penjurian tahap dua : 21 Oktober 2017
Pengumuman Pemenang : 22 Oktober 2017

Hadiah
Juara 1: Uang sejumlah Rp 7.500.000 beserta Sertifikat
Juara 2: Uang sejumlah Rp 5.000.000 beserta Sertifikat
Juara 3: Uang sejumlah Rp 2.500.000 beserta Sertifikat
Juara Harapan 1: Uang sejumlah Rp 1.000.000 beserta Sertifikat
Juara Harapan 2: Uang sejumlah Rp 500.000 beserta Sertifikat


Sumber: http://sayembara.architecturevent.com/


Jika anda menyenangi artikel artikel kami, donasikan sedikit waktu like FP kami di bawah ini, dan share artikel artikel kami. setiap sharing dari anda adalah semangat baru buat kami untuk terus berkarya. Semoga bermanfaat!!!!

Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur terbaru




30 juni 2017

category:  
Desain Tangga - Kategori Lainnya

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ketahui berbagai jenis skema tangga berikut ini!!!

Mengetahui berbagai jenis skema tangga akan menjadi starting yang baik sebelum memulai merencakan atau mendesain sebuah tangga. Dalam pembahasan kali ini setidaknya ada 13 model skema tangga yang akan menjadi materi ulasan kita, yang darinya akan lahir berbagai model desain tangga lagi. Skema skema ini merupakan layout dua dimensional dari apa yang kita kenal sebagai denah tangga yang merupakan olahan area pijakan atau antrede dan bordes.

image courtesy by decoestilo
Perlu di pahami bahwa pembahasan kita Kali ini murni membahas skema, denah atau layout tangga dan yang berkaitan langsung dengannya, hal ini dimaksudkan agar pembahasan bisa lebih detail dan terperinci, adapun pembahasan mengenai definisi, elemen desain pembentuk sebuah tangga,desain review dan informasi lainnya mengenai tangga ini, anda dapat mengetahuinya dengan kembali pada artikel artikel kami sebelumnya pada kategori desain tangga.





Mencari informasi arsitektur, di sini saja!!! Gunakan kolom search di kanan atas untuk menemukan informasi yang anda butuhkan, ketikkan kata kunci anda dan klik search. atau gunakan pencarian dengan kategori di kiri kanan website ini, dan atau skrol untuk melanjutkan membaca artikel. Selamat berselancar =)

Setidaknya ada 13 model tangga yang mewakili 13 kasus existing bangunan yang akan kita bahas satu per satu dalam artikel ini yaitu:
1. Tangga lurus
2. Tangga berbentuk L
3. Tangga berbentuk U
4. Tangga berbentuk T 
5. Tangga berbentuk P
6. Tangga berbentuk J
7. Tangga berbentuk Z
8. Tangga berbentuk O
9. Tangga berbentuk lingkaran sempurna
10. Tangga setengah lingkaran 
11. Tangga seperempat lingkaran
12. Tangga berbentuk busur dan
13. Tangga berbentuk dinamis atau tidak beraturan.

1. Tangga lurus
Layout tangga lurus ke Arah vertical, horizontal atau yang selainnya, Cirinya semua anak tangga berorientasi pada arah yang sama dari pijakan awal sampai dengan pijakan puncak atau sebaliknya. Biasanya di aplikasikan pada bangunan dengan denah memanjang dan pipih pada kondisi ini penggunaan tangga lurus akan sangat mengefektifkan lebar bangunan yang cenderung pipih atau sempit. Tangga sebaiknya didesain menggunakan bordes untuk mengurangi efek stress akibat pemandangan tangga yang tampak menjulang.

image courtesy by theconstructor
2. Tangga berbentuk L
Layout tangga berbentuk L, dengan bordes di sudutnya atau tanpa bordes di sudutnya. Bentuk L bisa dicapai dengan sisi horizontal dan vertikal dari denah tangga sama panjang ataupun tidak sama panjang antara satu dengan yang lainnya semuanya boleh boleh saja untuk di aplikasikan di sesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi existing bangunan. Denah tangga berbentuk L lebih cocok digunakan pada ruang yang cukup Luas dengan tanpa sekat yang membatasi ruang tangga.

image courtesy by civilblog
3. Tangga berbentuk U
Layout tangga berbentuk U, dengan bentuk U yang sempurna atau tidak sempurna. Biasanya memiliki dua buah bordes yang terletak di setiap sudutnya, atau memiliki satu buah bordes memanjang yang mempertemukan dua buah sudut tangga, atau dapat juga di aplikasikan tanpa bordes sama sekali. Ruang yang di gunakan pada skema denah U ini cenderung efektif dimana Ruang bawah tangga dapat di gunakan maksimal sebagai gudang atau kamarmandi.

image courtesy by theconstructor
4. Tangga berbentuk T
Denah tangga berbentuk T, lebih proportional apabila tangga berbentuk T sempurna dengan jumlah anak tangga yang sama di setiap bagian tangganya. Biasanya rumah atau hotel dengan hall yang besar lebih cocok untuk di aplikasikan desain tangga berbentuk T ini. Railing tangga sangat memungkinkan untuk di ekspose sempurna dan gaya desain classic sangat cocok untuk skema tangga ini. Tidak di rekomendasikan untuk ruang yang kecil karena akan sangat menyita luasan ruang yang tentunya menjadikan ruang tidak efektif.

image courtesy by popularstairs
5. Tangga berbentuk P
Layout tangga berbentuk P, merupakan kombinasi tangga lurus dan tangga melingkar. Skema tangga sangat menarik begitu juga dengan proyeksi tiga dimensionalnya. Denah tangga seperti ini bisa saja terjadi secara insidentil namun ketika kita dengan sengaja hendak menghadir tangga dengan skema yang demikian maka sebaiknya memperhatikan ketersediaan ruang yang cukup untuk area tangga tersebut. Model tangga seperti ini lebih cocok tanpa bordes dari sisi bentuknya namun harus tetap memperhatikan kenyamanan pengguna.

image courtesy by theconstructor
6. Tangga berbentuk J
Skema tangga berbentuk J, merupakan kombinasi bentuk tangga lurus dan tangga seperempat lingkaran. Seperti halnya tangga berbentuk P sebelumnya, tangga ini juga akan tampil lebih sempurna tanpa bordes. Sebaiknya model tangga seperti ini di gunakan bukan sebagai penghubung lantai lantai utama melainkan lebih kepada tangga mezzanine atau tangga split level pada bangunan.

image courtesy by mathsisfun

 NEXT


Jika anda menyenangi artikel artikel kami, donasikan sedikit waktu like FP kami di bawah ini, dan share artikel artikel kami. setiap sharing dari anda adalah semangat baru buat kami untuk terus berkarya. Semoga bermanfaat!!!! 

Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur terbaru




https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dfb&t=lingkar+warna+indonesia%3A+Rancang+dan+bangun+sebuah+alternatif+praktek+profe...
https://twitter.com/intent/tweet?text=lingkar%20warna%20indonesia%3A%20Rancang%20dan%20bangun%20sebuah%20alternatif%20praktek%20profe...&url=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dtw&original_referer=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html



Custom Search


Thursday, 29 June 2017

30 juni 2017

category:  
Desain Tangga - Kategori Lainnya

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mengenal eleman pembentuk sebuah tangga

Di antara hal hal yang dapat memudahkan kita dalam mendesain sebuah tangga adalah mengenal elemen elemen desain pembentuk sebuah tangga. Dengan mengenal karakteristik dari setiap elemen tersebut kita dapat dengan mudah mengkombinasikan setiap elemen sesuai dengan porsi dan kasus tangga yang sedang di hadapi, karena setiap kasus akan menghasilkan produk tangga yang berbeda pula. Kasus akan berkutat pada seputar ketersediaan ruang bagi area tangga, ketinggian lantai yang akan di tempuh sebuah tangga, kondisi existing ruang dan lainnya.

image courtesy by brencollc
Elemen elemen tersebut secara garis besar dapat di bagi kedalam lima kelompok besar yaitu antara lain antrede atau runway atau pijakan, optrede atau rise atau ketinggian pijakan, antrede dan optrede ini kemudian lebih kita kenal dengan anak tangga. Bordes atau "rest area", railing tangga dan structure dari tangga itu sendiri. Lima hal inilah yang akan menjadi fokus pembahasan pada artikel kita Kali ini, berikut mengenal elemen pembentuk sebuah tangga.





Mencari informasi arsitektur, di sini saja!!! Gunakan kolom search di kanan atas untuk menemukan informasi yang anda butuhkan, ketikkan kata kunci anda dan klik search. atau gunakan pencarian dengan kategori di kiri kanan website ini, dan atau skrol untuk melanjutkan membaca artikel. Selamat berselancar =)

image courtesy by rona
1. Antrade 
Antrade atau pijakan tangga sesuai namanya merupakan area yang di pijak pada sebuah tangga dan bisa di katakan sebagai komponen utama tangga, bagaimana tidak tangga tanpa pijakan bukan tangga lagi namanya tapi selonjoran atau seluncuran. Ukuran minimal dari panjang pijakan adalah sepanjang tapak kaki orang dewasa lebih sedikit, adapun ukuran maksimalnya di sesuaikan dengan kenyamanan dan kondisi atau kasus tangga. Ukuran lebarnya minimal selebar bahu orang dewasa lebih sedikit dan ukuran maksimalnya bisa jadi tidak terbatas.

image courtesy by pearstairs
2. Optrade
Optrade atau rise atau ketinggian pijakan tangga merupakan area tangga yang mewakili ketinggian setiap anak tangga umumnya memiliki dimensi yang sama untuk seluruh anak tangga pada tangga yang sama. Penentuan dimensi ketinggian sangat di pengaruhi oleh kenyamanan pengguna, ketinggian maximal sama dengan panjang antredenya lebih dari itu tidak kami rekomendasikan karena tangga akan sangat curam dan berbahaya, adapun ketinggian minimalnya berada di antara 18-20 cm.

image courtesy by graah
3.Bordes
Bordes atau "rest area" merupakan area yang cukup besar pada tangga yang di gunakan sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum lanjut menyusuri sebuah tangga, pada prinsipnya bordes ini merupakan anak tangga yang besar dengan ukuran panjangnya sama dengan ukuran lebar tangga. Bordes menjadi kebutuhan utama pada tangga dengan jarak tempuh yang tinggi, umumnya tangga memiliki sebuah bordes namun bisa juga tanpa bordes atau bahkan memiliki Dua bordes atau lebih

image courtesy by pinterest
4. Railing
Selain berfungsi sebagai pengaman tangga railing berfungsi juga sebagai penopang pengguna ketika menyusuri sebuah tangga. Railing ini secara garis besar terbagi kedalam dua bagian lagi, yaitu handrail atau area pegangan dan railing itu sendiri. Terkadang handrail menempel pada dinding yang mengapit tangga dan tidak membutuhkan railing sebagai strukturnya. Untuk ketinggian railing di sesuaikan dengan kenyamanan dan keamanan pengguna yaitu berada pada ketinggian 80-100 cm dari setiap permukaan pijakan.

image courtesy by palmspringweldings
5. Struktur Tangga 
Struktur tangga sangat di pengaruhi oleh bentuk tangga, bisa mengapit anak tangga dan atau berada di Salah satu sisi tangga. Yang paling umum kita temukan adalah yang mengapit kedua sisi tangga ini disebabkan karena capaiannya cukup mudah untuk dikerjakan pekerja bangunan dimana saja. Adapun struktur yang berada di Salah satu sisi tangga yang meberikan kesan melayang pada tangga ini Masih Belum umum kita temukan. Bahan struktur tangga bisa penggunaan kayu, besi baja atau beton bertulang.  


Jika anda menyenangi artikel artikel kami, donasikan sedikit waktu like FP kami di bawah ini, dan share artikel artikel kami. setiap sharing dari anda adalah semangat baru buat kami untuk terus berkarya. Semoga bermanfaat!!!! 

Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur terbaru




https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dfb&t=lingkar+warna+indonesia%3A+Rancang+dan+bangun+sebuah+alternatif+praktek+profe...
https://twitter.com/intent/tweet?text=lingkar%20warna%20indonesia%3A%20Rancang%20dan%20bangun%20sebuah%20alternatif%20praktek%20profe...&url=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dtw&original_referer=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html



Custom Search



30 juni 2017

category:  
Desain Tangga - Kategori Lainnya

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

8 desain inspiratif tangga dengan pijakan kayu

Ada berbagai jenis bahan dan material yang dapat di gunakan sebagai bahan penutup pijakan tangga, dan beberapa di antaranya telah kita bahas pada artikel artikel kita sebelumnya. Mengetahui mengenai berbagai bahan ini akan sangat membantu ide ide anda dalam mengkreasikan sebuah tangga yang cantik dan menarik. Pada kesempatan kali ini bahan kayu akan menjadi fokus pembahasan kita.

image courtesy by thesaurus
Terdapat cukup banyak jenis kayu yang beredar di pasaran, dan umumnya jenis kayu ini di bagi kedalam tiga kelompok kelas berdasarkan kekuatan dan ketahanannya terhadap beban dan cuaca. Kayu kelas I, kayu kelas II dan kayu kelas III, urutan ini berdasarkan urutan yang paling kuat, menengah dan tidak kuat. Adapun kayu yang di gunakan sebagai bahan pijakan atau bahan pelapis pijakan  maka kelompok kayu dari kayu kayu kelas I sangat kami rekomendasikan.





Mencari informasi arsitektur, di sini saja!!! Gunakan kolom search di kanan atas untuk menemukan informasi yang anda butuhkan, ketikkan kata kunci anda dan klik search. atau gunakan pencarian dengan kategori di kiri kanan website ini, dan atau skrol untuk melanjutkan membaca artikel. Selamat berselancar =)


image courtesy by dezeen
Beberapa jenis kayu kelas I di pasaran misalnya kayu jati, kayu bayam, kayu eboni, cendana, kayu balsa dan yang lainnya. Kayu kayu ini memiliki kekuatan dan keawetan yang dibutuhkan sebuah tangga, desain dan pengolahannya yang baik akan menyempurnakan konstruksi tangga nantinya. Sebagaimana telah kita singgung sebelumnya, kayu dapat di gunakan sebagai bahan utama pijakan tangga atau sebatas bahan pelapis Saja.

image courtesy by independent
Pada contoh contoh gambar kita kali ini akan tampak perbedaan di antara pengaplikasian keduanya. Penggunaan kayu sebagai bahan utama pijakan tangga mengkriteriakan persyaratan persyaratan berikut. Kayu yang di gunakan sebaiknya dalam bentuk balok yang kokoh bukan papan dengan tanpa persambungan, gunakan kayu dengan kekuatan kelas I dan keawetan kelas I,  dan pastikan penyangga atau konstruksi tangga benar benar mengikat atau mengunci balok pijakan tangga.

image courtesy by homeadore
Kriteria di atas di maksudkan untuk mendukung pijakan tangga yang juga berfungsi sebagai konstruksi utamanya. Adapun ketika kayu di gunakan sebagai bahan pelapis pijakan saja maka faktor estetis dari tekstur guratan kayu menjadi kriteria utamanya. Adapun konstruksinya bisa berupa concrete beton, besi baja dan yang lainnya. Setiap aplikasi tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing dan penggunaannya di sesuaikan dengan kebutuhan akan desain dan fungsi tangga itu sendiri.

desain #5 desain #6
model tangga kayu unik

desain #7 desain #8

Berikut Adalah 8 contoh desain tangga dengan pijakan kayu yang kami harapkan dapat menjadi inspirasi bagi ide ide kreatif anda dalam merencanakan sebuah tangga.


Jika anda menyenangi artikel artikel kami, donasikan sedikit waktu like FP kami di bawah ini, dan share artikel artikel kami. setiap sharing dari anda adalah semangat baru buat kami untuk terus berkarya. Semoga bermanfaat!!!! 

Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur terbaru




https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dfb&t=lingkar+warna+indonesia%3A+Rancang+dan+bangun+sebuah+alternatif+praktek+profe...
https://twitter.com/intent/tweet?text=lingkar%20warna%20indonesia%3A%20Rancang%20dan%20bangun%20sebuah%20alternatif%20praktek%20profe...&url=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html%3Fspref%3Dtw&original_referer=http%3A%2F%2Fwww.lingkarwarna.com%2F2015%2F10%2Fdesign-and-build-sebuah-alternatif-praktek-profesi-arsitektur.html



Custom Search


Categories

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Featured Posts

Social Icons

rumah minimalis Lingkarwarna

About Me

My photo
entrepreneur arsitektur adalah menjadi perhatian utama kami, mendefinisikan kembali gaya berbisnis arsitektur adalah topik yang selalu menjadi perbincangan yang kami amati dan ikuti, gagal dan kembali berusaha adalah kebiasaan bisnis yang kami jalani, sukses adalah tujuan kami

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Popular Posts all time