LINGKAR WARNA: arsitek berkata -->
Showing posts with label arsitek berkata. Show all posts
Showing posts with label arsitek berkata. Show all posts

Monday, May 30, 2016

31 mei 2016

Bismillahirrahmanirrahim

- بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 Ahmad Rizali, Arsitektur  ramah lingkungan

Di sembalun, bangunan rumah baca dan TK seperti terlihat di bawah kontras dg gedung SD masif. Inilah produk arsitektur ramah lingkungan yg dikembangkan oleh school of disign and art singapura. Mereka bukan pemilik budaya dan lahan tetapi pemilik ilmu yg ramah lingkungan, inilah bangunan yg diinginkan menteri Anies Baswedan yg sangat ramah lingkungan. Meski terlalu presisi karena basisnya sains bukan budaya, tetapi sdh sangat baik. Jika basisnya budaya dan menggunakan sains, hasil adalah "state of the art" arsitektur ramah lingkungan. Pendidikan arsitektur kita diajari apa di kampus ?

bangunan rumah baca dan TK  ramah lingkungan
image courtesy by facebook Ahmad Rizali



bangunan rumah baca dan TK  ramah lingkungan
image courtesy by facebook Ahmad Rizali

bangunan rumah baca dan TK  ramah lingkungan
image courtesy by facebook Ahmad Rizali

bangunan rumah baca dan TK  ramah lingkungan
image courtesy by facebook Ahmad Rizali

akses terus ribuan informasi arsitektur terupdate!
GABUNG KOMUNITAS BERBAGI MODEL RUMAH MINIMALIS 2019 KLIK DI SINI UNTUK BERGABUNG !!!!




Friday, May 20, 2016

20 mei 2016

Bismillahirrahmanirrahim

- بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Memulai pembahasannya dengan memaparkan data data, arsitek yang satu ini memang memiliki karakter yang khas dan sangat jarang di miliki teman teman arsitek, kami sendiri dari lingkar media berkomitmen menyebarkan pemikira pemikiran Yu sing, tentunya di bidang arsitektur, Yu sing juga merupakan satu dari beberapa rekan arsitek yang berkomitment mengkritisi pemerintah dari sisi pandangan profesional arsitekturnya, sangat sangat sulit di temukan profesional seperti ini!!!

Yu sing
image courtesy by properti.kompas



Sedikit dari apa yang di paparkan, Yu sing memulai dengan menjelaskan ribuan tahun sebelum masehi lalu di tambah 1950 tahun masehi jumlah penduduk dunia hanya sekitar 2.5 milyar, bisa di bayankan yah butuh waktu ribuan tahun, tetapi tiba tiba dalam waktu 65 tahun kemudian, yaitu tahun 2015 penduduk dunia menjadi 7.5 milyar kira kira begitu, jadi ini adalah percepatan yang gila gilaan dan memang menimbulkan masalah yang banyak.

Hal ini juga menyebabkan bumi semakin rusak, karena salah satu faktor penyebab bumi semakin rusak adalah manusia modern karena pertumbuhan penduduk tadi, sebenarnya berapa banyaksih energi yang di gunakan oleh manusia? rata rata 40% energi dunia itu di pakai oleh bangunan dari 40% tersebut ternyata yang lebih banyak memberikan sumbangsih penggunaan energy yaitu recidential atau perumahan. Nah pembahasannya semakin menarik bukan??? simak saja lecture selengkapnya pada video berikut ini!!







Tuesday, May 10, 2016

11 mei 2016

image courtesy by facebook danny pomanto
Berikut adalah release resmi dari facebook Danny Pomanto mengenai Makassar Smart City

Makassar Perkenalkan Program ‘Smart City’ Kepada Perwira Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut 

Sebuah kehormatan bagi kami, menerima kunjungan dari Kepala Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut Jakarta, Kolonel Laut Sunarno Adi, bersama puluhan calon perwira Angkatan Laut yang tengah menjalani pendidikan, di ‘War Room’ Gedung Balaikota Makassar, Selasa (10/6/2016).


Muhammad Rosid, Sekelumit permasalahan profesi arsitek
Archifest Pavilion Design Competition 2016 
Konstruksi dan Arsitektural Rumah Tinggal untuk Indonesia Kokoh
Land airbus masa depan transportasi perkotaan
Anabata live series #2 "a couple of archtectures"

Pada pertemuan tersebut, saya sampaikan bahwa terdapat banyak program yang menjadi prioritas Pemkot Makassar, mulai dari kebersihan, kesehatan, termasuk juga pendidikan. Sebagai contoh, dalam hal kebersihan, hal paling penting yang harus dilakukan adalah membangun karakter dan budaya bersih kepada masyarakat dengan memperkenalkan LISA (Lihat Sampah Ambil). 

Dari segi infrastruktur, kami juga telah membangun mobil sampah Tangkasa’ki, kantong sampah plastik yang dibagikan langsung ke rumah warga (dengan empat model pemilihan sampah), serta pembangunan TPA bintang lima.

Kesempatan itu juga saya pergunakan untuk memperkenalkan CCTV Kota Makassar yang digunakan untuk mencegah peristiwa kriminal, asusila di tempat umum, termasuk juga merekam kecelakaan lalu lintas.




Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016

11 mei 2016

kaos arsitek
image courtesy by h2o
Kadang kita tidak menyadari kekurangan mengapa profesi arsitek kurang bagus sehingga hampir 80% arsitek beralih profesi... Akibatnya adalah kerancuan dalam penataan kota dan kurang arstistiknya bangunan yang ada... Saat ini bangunan lebih mementingkan nilai ekonomis daripada fungsi


Menurut saya Ada beberapa kekurangan antara lain :
1. Arsitek cenderung EGOIS.
2. Kurang wawasan tentang manajemen sehingga tidak dapat mengelola sebuah konsep
3. Tidak menguasai bahasa internasional sehingga banyak arsitek tidak dapat menjual hasil karya kepada investor
4. Terlalu bergantung kepada pemesan properti tidak berusaha untuk bisa menjual konsep. Terutama banyak berharap pada proyek pemerintah... Ini yang membuat kondisi menjadi lebih parah.. Karena terkadang arsitek dipaksa untuk mengikuti kemauan pimpro walaupun menyalahi aturan dan tidak sesuai hati nurani.
5. Kurang kreatif dalam mencari funder untuk membiayaai sebuah konsep.

Dan banyak lagi kekurangan arsitek yang menjadi kelemahan sehingga tidak dapat bersaing. Walaupun tidak sedikit arsitek yang berhasil sesuai dengan profesi arsitek karena menyadari kekurangan dan dengan cepat membenahinya.

Sebaiknya seorang arsitek harus lebih kreatif dan lebih memahami perkembangan dunia bisnis khususnya bisnis properti sehingga tidak terjebak dalam rasa bangga karena mempunyai gambar yang bagus sementara tidak bisa merealisasikannya.. Hal inilah yang membuat seorang arsitek memjadi pemimpi dan penghayal paling ulung... KELUARLAH DARI KOTAK, KEPAKANLAH SAYAPMU, DAN LIHATLAH DUNIA BEGITU LUASNYA KESEMPATAN MU YANG ALLAH SWT BERIKAN





Monday, May 09, 2016



10 mei 2016

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam releasenya via facebook Dany pomanto menuturkan bahwa, pada dasarnya, persoalan reklamasi tidaklah salah, karena berpijak pada teori 'sea level rise' tahun 2011, kenaikan air laut akan mengakibatkan banyak kota terendam. Maka salah satu konsep pencegahannya yakni dengan melakukan reklamasi. Yang menjadi permasalahn utama menurut Dany adalaha Korupsi dalam reklamasi itu. Berikut adalah release resmin Dany Pomanto

image courtesy by juara
Senin kemarin (10/5/2016), saya bersama Bapak Hidayat Nur Wahid dan Bapak Mulyadi P. Tamsir yang merupakan Ketua Umum PB HMI melakukan diskusi bertajuk "Reklamasi Ekonomis Versus Ekologis" yang diselenggarakan oleh PB HMI Pusat di Gedung DPR RI, Jakarta.

Kami bersepakat bahwa pada dasarnya, persoalan reklamasi tidaklah salah, karena berpijak pada teori 'sea level rise' tahun 2011, kenaikan air laut akan mengakibatkan banyak kota terendam. Maka salah satu konsep pencegahannya yakni dengan melakukan reklamasi. Justru, korupsi dalam reklamasi itulah yang sangat berbahaya.

Untuk mencegah hal tersebut, maka seharusnya proses reklamasi dilakukan oleh negara atau pemerintah dan diserahkan kepada pihak swasta, bukan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak swasta yang hanya merauk keuntungan semata. Sehingga, mengakibatkan 'fishing ground' serta 'sea wall' yang akan dikerjakan aksesnya sangat tertutup. 

Hal tersebut telah berhasil dilakukan oleh negara Singapura dan juga telah dilakukan oleh Kota Makassar saat melakukan reklamasi di Pantai Losari sepanjang 900 meter dan terbukti konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH)melebihi standar nasional, yakni 50 persen RTH.




Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016

Thursday, May 05, 2016

6 mei 2016

Apa itu ‪bangunan hijau
image courtesy by facebook yu sing

Sejak 1993 amerika punya dewan bangunan hijau. Lalu mengeluarkan standar sertifikasi bangunan hijau LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) di tahun 2000 yang sangat baik dan detail serta menjadi acuan/referensi banyak negara termasuk indonesia.

Namun sertifikasi tinggi bangunan hijau belum tentu betul2 ‪#‎ramahlingkungan‬. Gambar di atas memberikan ilustrasi yang sangat baik tentang hebatnya pemasaran yang membuat segala aspek konsumerisme menjadi seolah2 'hijau' tapi tetap konsumtif.

Data 2008: Rata2 energi dunia 40%nya dipakai bangunan. Data 2009: amerika menggunakan 48% energinya untuk bangunan. Walaupun telah ada leed. Masalahnya barangkali di sini. Pakai sensor lampu. Maka dapat nilai bagus. Pakai kaca reflektor berteknologi tinggi. Nilai bagus. AC berteknologi tinggi mengatur suhu antar ruangan bisa berbeda2 dan tidak terpusat. Nilainya bagus. Pakai material pabrikan yang seragam. Bernilai bagus karena mengurangi sampah sisa material. Dll.

Padahal yang mestinya dinilai bagus sekali adalah tidak pakai semua itu. Mungkin lebih baik didorong bangunan pasif yang menyesuaikan iklim dengan teknologi rendah bermaterial alami yang mudah terurai kembali ke bumi tanpa perlu banyak energi untuk membuatnya dan tidak perlu pabrik besar jauh2 atau cukup hanya dikerjakan pengrajin material di tempat asal materialnya masing2 dan tidak perlu transportasi jauh serta punya hubungan saling bergantung antara kelestarian sumber daya alam dengan pembuatan material tersebut.

Ya. Memang saya dan kita perlu masih terus belajar hidup lebih ramah lingkungan. Tidak mudah. Mudah sekali dikelabui pemasaran aneka produk2 hijau yang sebetulnya tidak diperlukan. Misalnya saja daun pisang bisa menggantikan pembungkus makanan 'hijau'.

Begitu juga pilihan2 berarsitektur. Fasad anyaman pelepah sagu yang mundur dan terlindung panas matahari langsung lebih baik daripada kaca reflektor canggih yang diproduksi di pabrik entah di mana.
Gimana pendapatmu? Jangan2 aneka perangkat penilaian bangunan hijau itu banyak unsur pembenaran atas perasaan bersalah menggunakan banyak energi dan material modern yg sebetulnya tdk betul2 ramah lingkungan




Wednesday, April 27, 2016

27 april 2016

image courtesy by juara
Sebagai seorang arsitek, sampah selalu menjadi bagian dari permasalahan permasalahan yang selalu di pikirkan, di antara banyaknya permasalahan permasalahan artistik lainnya terutama dalam skala perkotaan, semisal drainase dan kemacetan. Salah satu program Walikota Makassar yang juga seorang arsitek ini Bapak Ramdan Pomanto tak luput pula permasalahan ini, melalui program Bank sampah makassar, Danny Pomanto meluli akun resminya terus mengajak masyarakat agar menjadikan makassar sebagai kota bersih, yang terbebas dari sampak, beliau juga menambahkan bahwa kita semua bisa menjadikan sampah sebagai barang yang memiliki nilai jual tinggi dan menghasilkan manfaat. Berikut adalah status resmi bapak Ramdhan Pomanto pala laman facebooknya!

Mewujudkan Makassar sebagai Kota Kelas Dunia akan terus menjadi impian kita seluruh warga Makassar. Menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih, bebas dari sampah akan terus menjadi cita-cita kita bersama.

Mari Saudaraku sekalian, kelola sampah sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya. Kita semua bisa menjadikan sampah sebagai barang yang memiliki nilai jual tinggi dan menghasilkan banyak sekali manfaat.


Tanpa lelah saya akan terus mengingatkan untuk wujudkan Makassar kita Dua Kali Tambah Baik.





Saturday, April 23, 2016

23 april 2016

Semua manusia adalah pendatang
image courtesy by facebook Prathiwi Widyatmi Putri, Kampung around Batavia - they have been there since a looooooong time ago, Mr. Governor (my thesis, 2014).
Semua manusia adalah pendatang. Termasuk saya dan kamu. Bebas berdatangan ke mana dan kapan. Bila hari ini regulasi belumlah adil dan lengkap, janganlah mereka dituduh2 penghuni liar. 

Di jaman dulu misalnya masyarakat boleh saja menempati tanah dan diketahui diijinkan kepala wilayah. Tanpa surat. Tanpa dituduh liar. Malah diterima dengan kekeluargaan. Ini kearifan lokal.

Menjadi tambah pelik ketika semua dikomersialisasi diserahkan ke pasar tanpa kontrol yg adil jelas dan proteksi apapun dari pemerintah yang korup.

Sertifikat ganda. Sertifikat lama hilang tiba2 di bpn terbit sertifikat baru atas nama orang lain. Banyak juga kepentingan komersial menyingkirkan yang lemah secara paksa. Dst. Tidak benar bila semua warga kampung lalu dituduh penghuni liar tanpa benar2 tahu sejarah dan liku2 perjuangan turun temurun.

Kemalasan memilah dan mendalami perkara pelik ini dengan mudah pasti mengakibatkan banyak korban ketidakadilan baru. Semakin diperlakukan tidak adil...manusia semakin keras. Persoalan sosial makin rumit. Masalah makin banyak.

Solusi singkat cepat instan tidak tepat untuk urusan pelik dan mengakar lama. Semoga indonesia kembali pulih. Warga saling menghargai saling bantu. Gotong royong. Damai.






Monday, April 18, 2016

19 april 2016

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cara Membuat komposter di rumah sendiri


Membuat komposter di rumah sendiri
image courtesy by yopiedompas
50-70% sampah kota adalah sampah organik, bila sampah sampah ini sebelum menuju ke penampungan akhir perkotaan telah dipilah dan di pisah terlebih dahulu di rumah setiap warga masing masing, lalu kemudian di olah menjadi kompos, maka bisa di pastikan sampah kota menjadi sangat berkurang. Mobil mobil sampah yang biasanya berlalu lalang dan sangat mengganggu dengan baunya dan pemandangan yang tidak nyaman niscaya akan hilang karena menjadi lebih bersih dan tidak berbau.


 
Cara pembuatan komposter aerob ini cukup sederhana dan di buat berdasarkan referensi yang di lihat dari teman teman yang telah membuatnya, pencarian lewat internet dan telah di lakukan sendiri dirumah saya, salah satu tulisan dalam update Yu sing, Yusing menjelaskan bahwa hal ini telah dilakukan beberapa tahun terakhir ini dan hampir mendekati 99% dari sampah organik di rumah tidak ada yang keluar atau di buang secara langsung. Berikut adalah update resminya.
#‎komposter‬ rumahan.
Mengelola ‪#‎sampahorganik‬ di halaman rumah sendiri.
50-70% ‪#‎sampahkota‬ adalah sampah organik.
Bila dipilah dipisah di rumah masing2, lalu dijadikan kompos, maka sampah kota akan jauh berkurang.
Mobil2 sampah yang bau kalau lalu lalang akan senyap tak terlihat lagi karena bersih dan baunya hilang.
Cara ‪#‎komposteraerob‬ sederhana ini dibuat berdasarkan cari2 informasi lewat teman dan internet serta sudah dilakukan sendiri di rumah saya beberapa tahun ini. Hampir mendekati 99% sampah organik di rumah tidak keluar rumah.
Grafis dibuat oleh @yopiedompas wakil studio ‪#‎akanoma‬ solo.

Ingin kota bersih? Jangan cuma ngomel. Ayo buat komposter di rumah masing2.








19 April 2016

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ridwan Kamil, Rekam jejak pemerintah kota bandung dalam menata PKL 2014-2016

Setidaknya ada 8 tipe solusi yang di ungkapkan Ridwan kamil walikota bandung dalam menyelesaikan masalah PKL selama 2 tahun menjabat sebagai pemimpin tertinggi di kota bandung ini, antara lain relokasi outdoor, libur sabtu minggu atau jumat, penyediaan ruang basement, pembangunan permanent, penataan sampai dengan memberikan fasilitas (Silahkan lihat gambar di bawah). Hal ini di jelaskan oleh Ridawan kamil untuk membantah orang orang menuduhnya semena mena terhadap isu PKL dan sekaligus juga menjadi pelajaran praktis bagi mahasiswa.

image courtesy by facebook Ridwan Kamil
Lebih lanjut juga ridwan kamil menjelaskan bahwa Pemkot bandung selalu mencari upaya solutif dulu, sebelum menggeser atau menata.  Kata kunci: "solusi yang sesuai aturan hukum".

image courtesy by facebook Ridwan Kamil
Berikut adalah status resmi RK dalam fanspage Ridwan Kamil
"Ini rekam jejak penataan PKL selama 2 tahun. Ada 8 tipe solusi, tanpa gusur2 saklek gak jelas. Silakan dibaca untuk Mahasiswa atau mereka yang menuding pemkot Bandung semena-mena terhadap isu PKL. Pemkot selalu mencari upaya solusi dulu, baru menggeser/menata. Kata kunci: "solusi yang sesuai aturan hukum". *Cicadas dll menyusul krn lokasi relokasi sdg dipersiapkan."

Bagi kami sendiri Ridwan kamil adalah panutan yang layak di apresiasi, tidak hanya sebagai walikota tetapi sebagai seorang arsitek dan perencana kota, dan tidak hanya sebagai walikota bandung tetapi juga sebagai inspirasi bagi kota kota lainnya di indonesia.





Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016

Saturday, April 16, 2016

16 april 2016

Menata tanpa gusur kampung kota
image courtesy by studyinchina
Kali ini belajar dari tianzifang shanghai.
Di mana mana terjadi rencana pemerintah ‪‎menggusur‬ bongkar kampung kampung warga diganti pusat bisnis belanja modern atau dibersihkan demi pembangunan.

Warga melawan dan berhasil.
Ini contoh lain setelah jetty georgetown penang yg dulu saya telah bagikankan. Tianzifang‬ ini juga sekarang jadi sangat beken untuk dikunjungi turis dari mana mana.
Ketika rencana pemerintah kurang tepat...ada waktunya warga harus melawan. Berjuang. Ada berhasil ada tidak. Tapi perlawanan melawan kesewenangwenangan tidak pernah surut.

".. Tianzifang was not initially destined to be redeveloped, but fortunately it was, and now it is one of the most picturesque and chic areas of the city, where you can really feel the spirit of old Shanghai.

"..In the early 2000’s the shikumen buildings of Tianzifang were planned to be demolished and replaced with a modern business and shopping area. Such plans, however, met opposition from the local residents and businesses; later a group of local artists and entrepreneurs submitted a proposal to Shanghai government to preserve Tianzifang architecture.."
http://studyinchina.universiablogs.net/…/must-visit-places…/

‪#‎takanoma‬.







Friday, April 15, 2016

16 april 2016

yu sing
image courtesy by renovasi-ku
Rusun untuk warga kampung (kota).

Telah begitu banyak saya ikuti dan dengar. Seminar. Ruang kuliah. Forum diskusi kelompok. Baik di kampus, komunitas, maupun kementerian. "di banyak tempat dibangun wc umum. Agar warga tdk buang kotoran ke sungai, kali, atau sembarangan. Setelah dibangun..wc umum tidak dipakai. Banyak persoalan. Budaya. Perawatan. Dll."

Itu hal sangat sederhana. Buang kotoran dan air kencing. Tapi tidak bisa dianggap remeh. Pemberian ratusan juga buat warga bisa jadi sia2 hanya karena maksud baik tanpa diskusi dengan kelompok pemakai.

Bayangkanlah rumah susun. Warga kampung kota dengan ikatan sosial ekonomi budaya yang begitu kuat pada struktur kampungnya. Tiba2 dipindah gusur masuk unit2 rusun yang begitu saja. Rusun standar. Keterpaksaan tentu bisa membuat mereka bertahan. Tapi bila diajak diskusi..didengarkan..diajak mencari alternatif lain..tentu sangat berbeda.

Telah banyak keilmuan lahir tentang pembangunan partisipatif, perumahan vertikal seperti apa yang mungkin lebih cocok untuk warga kampung dilahirkan oleh banyak profesor. Berbagai akademisi dan praktisi dari berbagai negara pun kagum kalau mendengarnya. Konsultan sangat terkenal dunia pun bahkan mengeluarkan buku kampung vertikal dengan menyoroti kegagalan dan kemonotonan serangan menara2 seragam di berbagai negara asia yang miskin imajinasi keberagaman, fleksibilitas, dan ikatan sosial.
 
Namun. Sampai saat ini. Regulasi rusun masih sangat kuno. Tidak mampu dan belum ada regulasi yang memungkinkan kampung susun. Begitu pula maksud baik pemerintah sejak dulu. 1000 menara rusun yang kuno. Diseragamkan. Dianggap remeh. Diinstankan. Dibangun di mana2. Di kampus dunia pendidikan pun tidak terkecuali. Dana rusun untuk mahasiswa turun ke daerah. Ini dana pusat. Gambar dari pusat. Seragam. Tak peduli bentuk lahan. Tak peduli budaya lokal. Bangun rusun seragam.

Di kala banyak negara yang sudah terlanjur mengalami keseragaman lalu mulai mau perbaiki cari karakter kotanya masing2. Sudah terlambat. Tapi tetap berupaya. Pemerintah seolah menghianati dirinya sendiri. Menghianati nenek moyangnya sendiri. Yang manusia laut. Manusia kampung. 

Hargailah kearifan lokal. Hargailah keberagaman. Hargailah kebinekaan. Bineka tunggal ika dihianati. Diseragamkan jadi rusun yang seolah menyelesaikan semua persoalan dan tidak ada solusi bisa lebih baik dari itu. Menghianati bahwa selama ini kota2 itu bisa berjalan karena jasa orang2 kampung kota dengan berbagai peran profesi informal yang dibutuhkan banyak orang yang bekerja di ruang2 formal. 

Terbayang2 bencana massal menyongsong. Bukan belum terjadi. Ada rusun bagus jaman dulu di jakarta sudah ada yang kosong dan gagal. Padahal fisiknya bagus. Terbayang sesederhana kamar mandi saja warga tidak mau pakai bila ada alternatif dan gagal komunikasi. Bagaimana nanti dengan rusun2 itu? Apakah hidup manusia sesederhana ruang kotak? Melihatnya saja bangunan2 besar tinggi seragam begitu sudah bencana bagi keindahan kota. Bagaimana bagi kehidupan di dalamnya? 

15 april 2016, yu sing. arsitek.








16 april 2016

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seharusnya Kampung Nelayan Ditata Seperti Ini, Bukan Digusur..!! oleh Yuli Kusworo

Kebetulan saya pernah tinggal milik keluarga Shiew Ping di rumah ini selama 5 malam. Rumahnya kayu, di atas laut, sederhana namun memberikan kesan luar biasa kepada orang yang ikut menempatinya. 

Ini merupakan kampung nelayan dan kumuh pada awalnya. Ketika Pula Penang akan menata, khususnya kawasan kota tua George Town akan ditetapkan menjadi World Heritage Site oleh UNESCO, pemerintah Malaysia juga berniat menggusur kampung nelayan yang kumuh, kotor dan terlihat jorok ini. Mereka juga akan dipindahkan ke rumah susun yang lokasinya jauh di luar Kota Tua George Town.  

image courtesy by facebook My Chew Jetty Homestay




image courtesy by facebook My Chew Jetty Homestay
Namun warga menolak. Sangat tidak setuju dengan skenario tersebut. Lalu warga di kampung Chew Jetty ini mengorganisasikan diri dan menyatakan ingin menata kampung. Mereka membuat even budaya setiap minggu. Menunjukkan ke publik bahwa mereka bisa berubah, berbenah dan menjadi bagian dari Revitalisasi Kota Tua Georgetown. Lalu warga menegosiasikan rancangannya didampingi para arsitek dan LSM lokal yang peduli. Rumah-rumah ditata bersama, bahkan mereka mendatangkan tukang-tukang kayu dari Palembang, untuk dijadikan homestay. 

image courtesy by facebook My Chew Jetty Homestay
Sejarah kampung ditonjolkan, bahwa Kota Tua Goerge Town ada karena kampung nelayan ini. Akhirnya peta rencana tata ruang kawasan heritage George Town diubah. Kampung Jetty (Chew Jetty, dan beberapa kampung sebelah) dimasukkan dalam rencana penataan kota tua. 

Desain lampu duduk dari pallet bekas
WARGA BERDAYA oleh Sandyawan Sumardi
Desain rumah dari kayu pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas rumah tangga, Inspiratif!!!
13 Produk karya kerajinan tangan dari DVD bekas
 
image courtesy by facebook My Chew Jetty Homestay
Dan ketika kita bicara Penang, George Town, maka kita juga harus melihat kampung tua ini..dan di sinilah enokomi masyarakat kecil tumbuh. Mereka mendapat manfaat ekonomi di atas tanahnya sendiri. Bersinergi dengan pemerintah untuk menarik wisatawan datang ke Pulau Penang.

image courtesy by facebook My Chew Jetty Homestay
Ini hanya sedikit cerita yang saya dapat dari Mbak Siew Ping yang setiap hari menemani kami ngobrol di ruang makannya. Sungguh indah..!!





Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid mungil minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016

15 april 2016

image courtesy by facebook  Sandyawan Sumardi
Warga di perkampungan-perkampungan seperti Luar Batang, Kampung Pulo, Bukit Duri adalah manusia sesama kita punya akal sehat, nurani, hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sama seperti kita.

Pada dasarnya merekalah yang paling faham tentang apa yang mereka butuhkan dalam hidup mereka di lingkungan dan bersama warga Jakarta lainnya. Segala alternatif inovasi dan solusi yang berasal dari luar kehidupan mereka, harus didialogkan dan diintegrasikan dengan hidup mereka.

Ini contoh bagaimana komunutas warga Bukit Duri, Jakarta Selatan merancang bersama dan mengusulkan pada Pemprov. DKI, solusi kreatif pendirian Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri..

Selang sehari setelah upacara inagurasi Jokowi-Ahok karena terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, pada tanggal 16 Oktober 2012, Jokowi dengan disertai rombongannya, yaitu walikota, para kepala dinas Pemprov DKI, camat, lurah, kembali datang di tengah simbol haribaan kaum miskin urban Jakarta, di Sanggar Ciliwung Merdeka diBukit Duri, bantaran sungai Ciliwung, untuk mengucapkan terima kasihnya yang tulus. Pada kesempatan dialog publik yang terbuka, tenang, bersuasana semangat perjuangan yang magis dengan perwakilan komunitas-komunitas warga pinggiran disaksikan puluhan awak media dari dalam dan luar negeri itu, bahkan Jokowi sebagai gubernur baru, mempersilahkan komunitas warga Bukit Duri yang didampingi Ciliwung Merdeka, menyampaikan konsep design "Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri" (KSM-BD). Pada kesempatan itulah, sejak saat itulah, gubernur dan wakil gubernur mengungkapkan "janji takzim". Bahwa kampung-kampung di bantaran sungai di Bukit Duri dan Kampung Pulo, tidak akan digusur, melainkan hanya akan dilakukan revitalisasi, pembangunan perbaikan kualitas kehidupan kampung kembali. Disetujui, di Bukit Duri akan dibangun "pilot project" KSM-BD, yang rencananya akan dibangun di RT 06, 07, 08 RW 012, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Prasyarat yang diberikan oleh pak Jokowi dan disanggupi warga adalah bahwa rencana pembangunan "Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri" sebagai "rusunami", (rumah susun milik sendiri), yang direncanakan akan dibangun 420 unit itu, harus disetujui mayoritas warga yang akan menempatinya. Rencana pembangunan itu juga harus sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Pemprov DKI. Antara lain, sungai Ciliwung, selain akan diperdalam dan dibersihkan, juga akan dilebarkan dari rata-rata 20 meter menjadi 35 meter (usulan dari pak Jokowi sendiri). Bangunan lima lantai itu akan didirikan 5 meter dari bibir sungai, dan menghadap ke sungai. Demikian pun biaya yang dikeluarkan untuk proses pembangunannya, bahan bangunan dlsb., haruslah murah. Diusulkan oleh warga dan komunitas Ciliwung Merdeka, perbandingan pembiayaan keseluruhannya adalah 50% dari Pemprov DKI, 30% dari warga Bukit Duri RW 12, dan 20% dari beberapa investor yang dikontrol Pemprov DKI. Disebut "Kampung Susun", karena merupakan alternatif dari proyek rusunawa yang selama ini di Indonesia dianggap gagal, karena hanya menyediakan tempat tinggal/tidur semata, tidak ada ruang untuk usaha/mencari nafkah, tak ada ruang sosial, ruang ekonomi, ruang budaya dan religius. Konsep design KSM-BD, pada dasarnya merupakan bangunan pemukiman inkramental, bahkan "kampung tumbuh", yang mengadopsi pola kehidupan kampung tradisional, yang dibangun secara partisipatif, yang sarat dengan ikhtiar pelestarian alam, lingkungan hidup sehat, wirausaha sosial-ekonomi, ruang-ruang sosial, sistem komunikasi terbuka, tersedia ruang-ruang seni-budaya dan religiositas warga.





Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid mungil minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016

Wednesday, April 13, 2016

14 april 2016

yu sing
image courtesy by renovasi-ku
Siapa suruh datang jakarta? Nyatanya 60an% uang indonesia berputar di jakarta. Maka sejak jaman bedil sundut orang2 dari negara belum bernama indonesia sudah pada datang ke jakarta mencari nafkah. Puluhan tahun pengelolaan negara yang 'rasis' thd daerah, tdk dipintarkan, dieksploitasi, 'upeti', dll membuat daerah2 terus tidak bisa berkembang dengan baik.





Urbanisasi itu menjadi kepastian dan 'takdir'. Ada segelintir yang memang sudah kaya bermodal datang ke jakarta dan terus bertambah kaya. Ada yg miskin ke jakarta lalu menjadi kaya dan makin kaya. Ada pula memang yang kaya ke jakarta lalu jatuh miskin. Tapi tentu saja jauh lebih banyak yang miskin ke jakarta dan tetap miskin.

Pernah terdengar kuat salah 1 solusi membersihkan kekumuhan adalah memulangkan orang2 miskin itu ke kampungnya masing2. Mengapa? Karena tidak berhasil jadi kaya? Atau belum?
Bagaimana dengan yang berhasil kaya. Apakah sudah merasa cukup berhasil dan punya modal besar lalu selesai tinggalkan jakarta kembali ke kampungnya? Mungkin ada tapi anomali. Kenapa mereka tidak juga disuruh pulang dari jakarta krn dianggap sudah cukup dan gantian orang lain yg mengadu nasib? Bukankah mereka juga dulu bukan org jakarta?

Pangkal masalahnya adalah 60% uang indonesia itu berkumpul di jakarta. Maka siapa saja berhak mengejarnya karena ketimpangan ekonomi itu mengakibatkan ketimpangan sosial budaya dan kemanusiaan. Bagaimana bila diatur hanya 10% saja uang indonesia yang berputar di jakarta? Pembangunan rumah2 jauh lbh dibutuhkan banyak daerah yang terus tekor pasokannya daripada kebutuhannya. Ekonomi maju di berbagai daerah mungkin menarik minat para migran kembali ke kampungnya. Dan seterusnya sehingga jakarta tidak terlalu penuh sumpek.
 
Kalaupun masih jauh dari upaya itu, pernahkah berpikir bahwa kecerdasan itu bukan hanya kecerdasan mengumpulkan kekayaan? Pernahkah berpikir bahwa bos2 besar pengembang itu tidak akan jadi super kaya tanpa tukang2? Bos2 besar itu tdk punya kecerdasan bertukang. Dan tanpa kecerdasan bertukang..tidaklah mungkin mereka sekaya sekarang. Tapi apakah kecerdasan bertukang ini dihargai tinggi? Apakah para tukang yang cerdas ini diberikan saham yang cukup shg mereka pun bisa mengkaya tanpa meninggalkan profesinya?

Sang pencipta menitipkan banyak sekali kecerdasan yang berbeda2 kepada banyak orang tetapi tidak kita hargai cukup. Hanya posisi2 puncak saja yg dihargai cukup. Mestinya tukang juga bangga atas kecerdasan bertukangnya. Tetap terus bertukang krn itulah dirinya yg seharusnya menjadi. Namun terus mengkaya seiring banyak karyanya dihargai baik.

Tidaklah cukup adil bila org2 miskin yang datang ke jakarta belum merasa cukup walau cukup banyak hartanya dikirim ke kampungnya dan berhemat ketat di jakarta, lalu diperlakukan spt maling dan disuruh kembali ke kampung. Sementara org2 sangat kaya berlimpah tdk pernah merasa cukup terus menumpuk kekayaan spt paman gober di tanah jakarta dan tak pernah disuruh kembali ke kampung.

14 april 2016, yu sing. pendiri studio arsitektur akanoma yang membagikan 20% penghasilannya untuk semua karyawannya sesuai kecerdasannya masing2 (di luar gaji dan operasional yg juga menyedot porsi sangat besar dari penghasilan).





Monday, April 11, 2016

12 april 2016

yu sing
image courtesy by renovasi-ku
Pertanyaan mendasar ini perlu kita tanyakan sebelum terlalu cepat menyalahkan warga kampung/pasar kumuh.

Di dalam kampung/pasar kumuh:
Bila jalan rusak, mengapa tidak diperbaiki?
Bila banyak sampah, mengapa tdk segera dibersihkan? Seperti sampah berserakan setiap perhelatan acara besar di pusat2 kota atau jalanan kota.
Bila saluran rusak/belum ada, mengapa tidak dibersihkan dikeruk dan dibuat baik seperti di pusat2 kota?
Bila pelayanan air bersih & kotor tidak/belum layak, mengapa tidak diusahakan?

Mengapa bila warga kampung yg disebut kumuh berupaya mencari nafkah secara informal sering dipersulit dan digusur2?
Bukankah pemimpin kota wajib melayani semua warga tanpa kecuali?
Mengapa tidak berproses untuk menata?
Melayani dengan mengajak warga memperbaiki?
Mengapa hanya gusur?
Mengapa ketidakmampuan pemerintah melayani dan memberi prioritas utk membantu yang lebih lemah, malah dibayar dengan kemarahan dan menggusur kumuh?
Bukankah pemerintah itu mencoreng muka sendiri?
Mengapa ruang2 hijau habis dijual2 ke pemodal kuat? Tapi ketika krisis lalu semua mata melirik ke kampung2 kumuh untuk dijadikan sasaran korban? Mengapa pemerintah tidak lebih dulu dr pemodal beli2 lahan untuk ruang hijau demi pelayanan kota yang lebih baik?

Belajarlah juga dari banyak negara.
Melayani yang lebih lemah, mengubah kumuh jadi bersih dengan menata, memberikan tempat tinggal dan usaha yang bersih aman terjamin kepada warga2 yang lemah kumuh, bukanlah mimpi konyol.

Bukankah kita pujapuji bila ada program kesehatan dan pendidikan untuk semua?
Di balik ketidaksempurnaan pelaksanaannya,
Mengapa tidak ada program rumah untuk org2 tdk mampu baik atas lahan maupun rumahnya?

Mengapa ada kumuh?
Anak yang lapar, lemah, kotor, tidak berdaya, apakah sebaiknya disingkirkan jauh2 atau orang tuanya layani dan rangkul anak itu?





Author

My photo
Ali Said, ST
ali said adalah lulusan arsitektur universitas hasanuddin tahun 2010, sehari hari bekerja sebagai profesional arsitek, lebih khusus mendesain rumah dan perumahan, di sela sela kesibukannya juga aktif menulis sebagai blogger desain dan arsitektur

Daftar Isi

Lingkar Media. Powered by Blogger.

Popular Posts 7 days