13 transformasi bentuk atap serong ~ 1000+ Inspirasi Desain Arsitektur Teknologi Konstruksi dan Kreasi Seni

Friday, 3 February 2017


3 februari 2017

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

13 transformasi bentuk atap serong

1. Atap mengikuti arah denah

Berbeda dengan atap perisai, atap pelana ketika di aplikasikan mengikuti arah denah maka akan di ikuti dengan permainan tinggi dinding pada ruang ruang tertentu agar penerapan model atap ini menjadi memungkinkan untuk mengikuti arah denah. Hasilnyapun akan sangat menarik, namun yang perlu ti perhatikan adalah sirkulasi di antara pertemuan atap atap tersebut.

image courtesy by beeyoutifullife
2. Atap di bending 

Atap di bending atau di lengkungkan ke-sisi dalam atau sebaliknya, ada dua hal yang perlu di perhatikan ketika melengkungkan atap ini, yang pertama adalah kemiringan atap agar tidak terlalu landai hal ini dapat menyebabkan genangan pada posisi cekungan atap, dan yang kedua adalah diameter cekungan sebaiknya tidak terlalu cekung agar kesan atap serong masih dapat di rasakan.





Mencari artikel arsitektur, di sini saja!!! Gunakan kolom search di kanan atas untuk menemukan informasi yang anda butuhkan, ketikkan kata kunci anda dan klik search. atau gunakan pencarian dengan kategori di kiri kanan website ini, dan atau skrol untuk melanjutkan membaca artikel. Selamat berselancar =)

image courtesy by jadhomes
3. Atap di jajar dengan orientasi kemiringan yang sama

Atap di jajar dengan orientasi kemiringan yang sama, ketika menjajar atap seperti contoh kita kali ini drainase atap akan menjadi isu utama untuk di perhatikan, Pertemuan atap dengan dinding akan mudah bocor dan merembes apabila tidak ditreatmen dengan baik. Sebaiknya menggunankan drainase air yang lebar dan sedikit lebih dalam dengan pipa pembuangan yang juga lebih lebar untuk solusi drainasenya.

image courtesy by abpho
4. Atap di jajar dengan orientasi atap bersebelahan

Atap di jajar dengan orientasi atap bersebelahan, Secara umum tidak akan ada banyak masalah ketika menggunakan model tranformasi ini, cukup dengan memperhatikan over stage atap terhadap dinding agar tidak ada rembesan air dari dinding dan sebaiknya juga gunakan kemiringan atap yang normal antara 25 derajat - 30 derajat.

image courtesy by livingfuture
 5. Atap di jajar dengan bubungan atap yang hampir bertemu

Dengan menggunakan derajat kemiringan atap yang sama, kemudian atap di jajar dengan bubungan atap yang hampir bertemu. Sebaiknya ketika mengaplikasikan transformasi ini anda memastikan ada perbedaan posisi denah untuk masing masing atap, atau denah tidak sejajar atau lurus. Dalam kondisi denah yang sejajar atau lurus kesan estetis akan sangat sulit di dapatkan.

image courtesy by homennrich
6.Atap dijajar dengan bubungan atap yang berhadapan

Atap dijajar dengan bubungan atap yang berhadapan, Hampir serupa dengan transformasi atap kita di atas hanya saja ada perbedaan kemiringan untuk masing masing atap, perbedaan ini akan memberikan gate yang cukup tinggi antara kedua bubungan atap dan dalam kasus ini aplikasi pada denah yang sejajar atau lurus masih sangat mungkin untuk di lakukan .

Ribuan orang lainnya juga meng-KLIK informasi ini:
7 transformasi bentuk atap perisai 
7 transformasi minimalis bentuk atap pelana
Mengenal 9 macam bentuk dasar atap 
8 Inspirasi rumah minimalis dengan atap minimalis
Berbagai inspirasi atap unik untuk ide rumah anda!

image courtesy by mexhouse
7. Atap di tekuk kedalam

Atap di tekuk kedalam menyerupai sebuah buku yang di buka, baik dalam komposisi simetris maupun asimetris seperti pada contoh kita kali ini. Dan transformasi seperti ini memang lebih menarik di aplikasikan pada komposisi asimetrisnya, menggunakan kemiringan atap yang berbeda antara atap yang satu dan lainnya akan semakin memperkuat  kesan asimetris tersebut.

image courtesy by curbed
8. Atap di susun Zigzag

Atap di susun  dan berorientasi pada kemiringan berbeda, konsekuensi dari penggunaan atap ini adalah akan mengesankan dua bangunan yang berbeda antara area ruang yang satu dengan yang lainnya, bahasa arsitekturnya kira kira adalah menyamarkan unitinya atau kesatuan bentuknya, nah untuk mentaktisi hal ini cukup dengan menggunakan warna atau material dinding yang sama untuk masing masing ruang pemikul atap.

image courtesy by pinterest
9. Atap menerus menyatu dengan dinding

Atap menerus menyatu dengan dinding, transformasi bentuk atap yang satu ini memang sangat menarik dan cukup populer di aplikasikan pada bangunan bangunan modern dan kontemporer saat ini, penggunaan material atap yang juga sekaligus berfungsi sebagai dinding adalah menjadi ciri dari model ini, sehingga mengetahui ketersediaan material tersebut di kota kita adalah hal yang harus sudah di lakukan sebelum menentukan model atap bangunan.

image courtesy by hometrendesign
10. Atap menerus ke lantai bangunan

Atap menerus ke lantai bangunan, Dari sisi bentuknya memang atap seakan akan menerus hingga ke lantai bangunan, namun konstruksi dan materialnya tidak demikian. Peran lisplank atap sangat penting dalam transformasi bentuk atap yang satu ini, dimana sejatinya lisplank inilah yang akan memberikan kesan atap menerus hingga kelantai bangunan.

image courtesy by contemporerist
11. Derajat kemiringan atap di tinggikan.

Derajat kemiringan atap di tinggikan, Derajat kemiringan atap yang di tinggikan akan memberikan kesan ekstrim atau curam pada bangunan, sehingga membagi bangunan kedalam lekukan lekukan denah akan sangat efektif untuk menyeimbangkan komposisi bangunan denga model atap seperti ini.

image courtesy by containerbuidgroup
12. Derajat kemiringan atap di landaikan

Derajat kemiringan atap di landaikan. Pada engle tertentu model atap dengan kemiringan yang landai ini akan memberikan kesan atap yang flat dan datar, sehingga ketika memilih model atap ini sebaiknya atap tidak di orientasikan kebelakang atau kedepan bangunan tetapi kesamping kiri maupun kanan bangunan.

image courtesy by wonderslist
13. Atap serong berbentuk L

Atap yang ketiga kita kali ini masih beratap serong dengan denah atap berbentuk L dimana kaki L nya merupakan posisi jurai atau jatuhan airnya. Atap seperti ini umumnya mengikuti model denahnya, yang perlu di perhatian dalam penggunaan atap ini adalah kemiringan atap yang digunakan sebaiknya cukup landai agar tidak menciptakan dimensi yang tidak proporsional antara dinding pemikul bumbungan atap dan dinding pemikul jurai atap.

image courtesy by decoist




Jika anda menyenangi artikel artikel kami, donasikan sedikit waktu like FP kami di bawah ini, dan share artikel artikel kami. setiap sharing dari anda adalah semangat baru buat kami untuk terus berkarya. Semoga bermanfaat!!!!

Berbagai inspirasi desain dari pallet bekas
Aneka kerajinan tangan dari barang bekas 
Membangun portofolio desain arsitektur
Desain inspiratif dari bronjong batu 
Prinsip prinsip desain warna
Desain furniture inspiratif dari kardus bekas 
Desain masjid minimalis
SIPTB
Perumahan modern minimalis di kota makassar
Kumpulan sayembara arsitektur 2016


Labels

Lingkar Media. Powered by Blogger.

rumah minimalis

Popular Posts 7 days

Popular Posts all time