LINGKAR WARNA: Arsitektur Alam Part 2 Arsitektur Alam Part 2 ~ LINGKAR WARNA -->

Thursday, November 05, 2015




Gerakan "Arsitektur alam" bertujuan untuk memperluas apa yang telah di mulai oleh "land art" dalam bentuk aktifitas produktif, berbeda dengan "land art" yang berbentuk protes. Bentuk baru ini bertujuan untuk merekam hubungan harmonis yang kita cari pada alam dengan pola penyatuan aktifitas kehidupan bersama melalui karya karya arsitektur. Konsep utama gerakan ini adalah bahwa manusia dapat hidup secara harmonis dengan alam, menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya namun tetap menempatkan alam sebagai sesuatu yang sangat penting dan sangat perlu untuk diperhatikan.

'clemson clay nest' by nils-udo, 2005

Gerakan ini dapat dikenali dari  pekerjaan beberapa orang artis, desainer dan arsitek yang mengekspresikan prinsip ini pada pekerjaan mereka. Projeknya simpel, sederhana, dan di bangun menggunakan material dan kemampuan teknologi yang bisa di katakan standar standar saja, oleh karena itu hasilnya sering kali menyerupai arsitektur tradisional, merefleksikan ke inginan  untuk kembali kepada dunia tanpa teknologi. Bentuk karyanya di kreasikan dari cita rasa mereka dalam mengekspresikan keindahan alam konteks dengan material dan lokasinya. 





'running in circles' willow and maple saplings, patrick dougherty, 1996

Pekerjaan pekerjaan ini juga dimaksudkan sebagai interprestasi karya arsitektur dalam menggambarkan sebuah alur kerja baru terhadap pendekatan desain bangunan dan strukturnya. Tujuannya untuk menanamkan ide baru kedalam arsitektur itu sendiri yaitu ide bahwa arsitektur haruslah melindungi alam. Dalam implementasinya, strukturnya sengaja di ekspos, material alam di gunakan pada proses pembangunannya, kita dapat melihat ranting ranting pohon, batu dan seluruh material memiliki perannya masing masing. Beberapa material akan terus berkembang sepanjang waktu, perlahan lahan mengkomposisikan ulang sebuah karya arsitektur. Perlu di garis bawahi desainernya tidak merekomendasikan bahwa arsitektur haruslah sesuai dengan visi mereka, mereka hanya memberikan alternatif ide. Harapan mereka adalah hal ini akan menginspirasi kita semua untuk kembali berfikir menciptakan sebuah harmoni antara alam dan karya arsitektur.


'weidendom' by sanfte strukturen, 2001



Author

My photo
Ali Said, ST
ali said adalah lulusan arsitektur universitas hasanuddin tahun 2010, sehari hari bekerja sebagai profesional arsitek, lebih khusus mendesain rumah dan perumahan, di sela sela kesibukannya juga aktif menulis sebagai blogger desain dan arsitektur

Daftar Isi

Lingkar Media. Powered by Blogger.

Popular Posts 7 days