LINGKAR WARNA: Parkir cerdas di bawah tanah dengan sistem lift Parkir cerdas di bawah tanah dengan sistem lift ~ LINGKAR WARNA

Sunday, January 10, 2016



10 januari 2016

Bismillahirrahmanirrahim

 - بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Peraturan yang kurang berpihak mengenai kendaraan bermotor di indonesia menyebabkan lonjakan konsumsi sektor ini sangat meningkat, di tambah lagi dengan optimisasi harga kendaraan bermotor oleh produsen dengan konsep mobil murah seakan akan menjadi bom waktu bagi keresahaan kemacetan jalan jalan yang menunggu puncaknya. Kondisi ini semakin terasa ketika infrastruktur untuk mengimbangi laju jumlah kendaraan tidak sebanding.

sistem parkir cerdas bawah tanah







Berbagai solusi terus di upayakan di berbagai belahan dunia untuk permasalahan ini, mulai dari penataan sistem transportasi, pembatasan jumlah kendaraan dan lain sebagainnya. Namun seperti biasa umumnya kota kota di indonesia solusi solusi yang bersifat sistemik tidak begitu menjadi perhatian, maklum politisi dan artist lebih memiliki hak di negara ini di banding engineer untuk menentukan sebuah hasil akhir produk engineering.

Sayembara desain arsitektur Arch KID tecture
Perusahaan arsitektur dengan penghasilan tertinggi di dunia
Cafe unik bernuansa dapur rumah
Interior kamar tidur minimalis dengan palet palet bekas
Dinding hijau dengan tanaman dan palet bekas

Oleh karena itu sistem smart parking atau sistem parkiran cerdas seperti ini adalah selalu menjadi salah satu solusi terbaik dari sudut pandang perparkiran. Tentu rentetan permasalahan jumlah kendaraan yang tidak terkendali bukan hanya persoalan parkir saja tapi pada konteks pembahasan ini kita melihat dari konteks parkiran ini.

Parkiran bawah tanah pada prinsipnya, merupakan lift kendaraan yang di tanamkan kedalam tanah, dengan satu sampai tiga level parkir dimana dengan menerapkan teknologi ini ruangan yang di butuhkan untuk parkir bisa di hemat sampai dengan 300 persen, namun di sisi lain membutuhkan lebih banyak konsumsi listrik di bandingkan dengan parkir konvensional, cukup menarik memang tetapi selalu saja kondisi seperti ini menjadi sesuatu yang butuh untuk di efisienkan lagi agar efektifitas idenya berfungsi maksimal.




Author

My photo
Ali Said, ST
ali said adalah lulusan arsitektur universitas hasanuddin tahun 2010, sehari hari bekerja sebagai profesional arsitek, lebih khusus mendesain rumah dan perumahan, di sela sela kesibukannya juga aktif menulis sebagai blogger desain dan arsitektur

Daftar Isi

Lingkar Media. Powered by Blogger.

Popular Posts 7 days

Popular Posts All time